Telaah Al Quran: An-Naba 78 ayat 24 dan 25

By faidhan
Facebook Twitter Email

An-Naba 78 ayat 24 dan 25, Surah An-Naba’ menyatakan :

“Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak diberi minum. Kecuali minuman berupa air mendidih dan nanah.”

Ayat 24 menggambarkan lebih lanjut bahwa para penghuni neraka akan menderita panas yang sangat tinggi tak kunjung berhenti. Tidak ada masa jeda dan tidak ada kesempatan istirahat bagi mereka untuk terhindar dari keganasan api. Pada beberapa ayat lain dikemukakan bahwa api neraka akan mengurungnya terus-menerus dari berbagai penjuru. Ayat tadi dengan sangat halus menyatakan bahwa para ahli neraka tidak merasakan kesejukan. Kenyataan sesungguhnya adalah bahwa mereka itu dalam situasi panas yang luar biasa karena dibakar oleh api yang menyembur dari segenap penjuru. Kesengsaraan bertambah terasa karena mereka tidak mendapatkan minumam yang dapat menyegarkan tubuhnya. Ayat 25 menyatakan bahwa malaikat hanya mau memberi minuman air mendidih yang sangat panas dan nanah yang amat menjijikkan. Dari gambaran ini, ternyata bahwa pada saat dibakar oleh api yang berkobar-kobar, penghuni neraka masih dapat merasakan haus dan menginginkan minuman. Ini berarti bahwa mereka masih tetap sadar dan merasakan kesengsaraannya. Mudah kita bayangkan bahwa mereka pasti berharap bisa mati, sebab kematian akan mengakhiri penderitaan yang begitu berat dan begitu lama. Tetapi, mereka sudah mati di dunia sehingga tidak akan mati lagi di akhirat.

Pada dasarnya ayat-ayat tadi merupakan peringatan dan ancaman Allah yang keras, yang diturunkan dengan tujuan agar orang jangan berlama-lama berada dalam kesesatan. Allah mengingatkan manusia dengan dua arah pendekatan. Yang pertama dengan menawarkan kesenangan yang sangat besar dan yang kedua dengan mengancam. Allah Swt. melakukan dua pendekatan tersebut karena manusia memang perlu keduanya. Orang perlu diberi harapan-harapan yang indah, tetapi pada waktu yang sama juga perlu ditakut-takuti. Allah Swt. tidak menghendaki ada di antara hamba-hamba-Nya yang sengsara. Diharapkan bahwa semua orang akan bahagia di dalam surga. Namun, toh meskipun ditakut-takuti dan ditawari kesenangan, tetap saja banyak orang yang ingkar dan durhaka. Orang-orang yang bersikap demikian memang pantas menerima azab yang sangat keras.

Facebook Twitter Email
Filed in: Telaah Al Quran by Sakib Mahmud • Sunday, November 20th, 2011
 

Leave a Comment


× seven = 14