(3) Ultimate Role Model; Orang-orang Quraisy berkata “inilah orang terpercaya yang kami rela menerima keputusannya”

Facebook Twitter Email

Ketika Rosululloh SAW berusia 35 tahun masyarakat Quraisy merenovasi Ka’bah. Semula Ka’bah hanya tumpukan batu setinggi sembilan hasta, sekitarlimameter.  Sejak masa Nabi Ismail bangunan tersebut tidak memiliki atap. Ka’bah sebagai pusaka purbakala, bangunannya makin rapuh, dindingnya pun retak. Ketika Makkah dilanda banjir yang menggenangi Ka’bah hingga hampir runtuh, masyarakat Quraisy memutuskan merenovasi Ka’bah untuk menjaga kedudukannya sebagai tempat suci. Mereka sepakat hanya orang-orang baik yang boleh berpartisipasi dalam pembangunan. Pezina, rentenir dan orang zalim dilarang berpartisipasi.

Penghancuran bangunan Ka’bah dilakukan hingga mencapai fondasi Nabi Ibrohim. Pembangunan kembali Ka’bah dipimpin arsitek Romawi bernama Baqum.  Sementara warga Makkah dibagi-bagi menjadi kabilah-kabilah dengan tugas masing-masing. Ketika tiba pada peletakan kembali Hajar Aswad, mereka berselisih soal siapa yang berhak meletakkan di tempatnya semula. Perselisihan selama empat atau limahari tersebut hampir menimbulkan perang di tanah suci.

Umayyah bin Al-Mughiroh lalu mengusulkan orang pertama yang masuk Ka’bah melalui pintu masjidlah yang akan meletakkan Hajar Aswad. Dan Muhammad SAW adalah orang pertama yang masuk Ka’bah. Orang-orang Quraisy berkata “inilah orang terpercaya yang kami rela menerima keputusannya”. Muhammad SAW   lalu meminta sehelai kain kemudian dihamparkan untuk  mengambil hajar aswad. Beliau meletakkannya di tengah-tengah kain. Selanjutnya seluruh kabilah yang berselisih diminta memegang tepi kain dan mengangkatnya sampai di tempat semula hajar aswad. Muhammad SAW adalah orang yang mengambil dan meletakkan batu itu di tempat semula. Semua kabilah puas.

Renovasi Ka’bah sendiri kekurangan biaya sehingga bagian utara Ka’bah dikurangi sekitar enam hasta, kurang dari 4 meter, bagian yang disebut Al-Hijr. Mereka meninggikan pintunya dari permukaan tanah agar dimasuki orang-orang yang berkepentingan saja. Setelah selesai, Ka’bah menjadi bangunan berbentuk kubus dengan tinggi kira-kira 15 meter dari tanah.

“Sejarah Hidup Muhammad SAW”- Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury

 

Facebook Twitter Email
Filed in: Ultimate Role Model • Wednesday, November 23rd, 2011
 

Leave a Comment


seven − = 2