(5) Ultimate Role Model; Rosululloh SAW menawarkan Islam kepada orang-orang terdekat
Di masa sangat awal da’wah Rosululloh SAW, Makkah adalah pusat agama bangsa Arab, markas para pelayan Ka’bah dan pengurus berhala-berhala yang disucikan seluruh orang Arab. Kondisi ini menyulitkan Rosululloh melakukan perbaikan di Makkah sehingga pada tahap awal beliau berda’wah secara rahasia.
Rosululloh menawarkan Islam kepada orang-orang terdekat yang dalam sejarah disebut As-sabiqunal Awwalun. Mereka adalah istri Nabi Siti Khadijah, mantan budak beliau Zaid bin Haritsah, putra paman beliau Ali bin Abi Tholib yang masih anak-anak dan hidup di bawah tanggungan Rosul, sahabat beliau Abu Bakar Ash-Shiddiq, Bilal, termasuk adik Umar bin Khottob, Fathimah.
Abu Bakar aktif mendakwahkan Islam. Ia disenangi, berakhlaq mulia dan terkenal. Orang-orang suka datang kepada Abu Bakar karena ilmu, perdagangan, dan keramahannya. Yang masuk Islam atas ajakan Abu Bakar adalah Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrohman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqosh, Tholhah bin Ubaidillah. Mereka pelopor dan generasi pertama Islam.
Orang-orang Makkah kemudian masuk Islam secara bergelombang, dan berita tentang Islam tersebar, menjadi bahan pembicaraan di Mekah. Rosululloh SAW masih berdakwah secara sembunyi-sembunyi, sementara wahyu terus turun secara kontinyu. Ayat-ayat dan surat-suratnya bersifat tenang dan sejalan dengan kondisi yang sensitive saat itu. Yaitu ayat-ayat yang mengandung pembersihan jiwa, celaan terhadap jiwa-jiwa yang dikotori noda-noda dunia, dan penggambaran surga dan neraka.
Berita tentang da’wah Islam akhirnya didengar orang-orang Quraisy namun mereka tidak menaruh perhatian. Mungkin orang-orang Quraisy menganggap Muhammad SAW adalah salah seorang pemeluk agama yang selalu berbicara tentang ketuhanan dan hak-haknya. Tiga tahun berlalu da’wah Islam masih sembunyi-sembunyi. Kemudian turun wahyu memerintahkan Rosululloh berda’wah secara terang-terangan serta menghadapi kebatilan dan berhala-berhala masyarakat Quraisy.
“Sejarah Hidup Muhammad SAW”- Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury






Leave a Comment