(6) Ultimate Role Model; “Dan berilah peringatan kepada kaum kerabatmu yang terdekat”
Tiga tahun setelah Rosululloh SAW berdakwah secara sembunyi-sembunyi di Makkah, turun wahyu memerintahkan beliau berda’wah secara terang-terangan yaitu surat 26-Asy-Syu’aro ayat 214. “Dan berilah peringatan kepada kaum kerabatmu yang terdekat”.
Dalam surat yang memuat ayat tersebut disebutkan pula kisah Nabi Musa dari awal kenabiannya, saat hijrah bersama Bani Isroil, hingga da’wahnya kepada Fir’aun dan kaumnya. Rincian kisah Nabi Musa disampaikan kepada Rosululloh agar Beliau dan para sahabat mendapatkan gambaran tentang hal-hal yang yang akan mereka hadapi saat berda’wah secara terang-terangan seperti pendustaan, penindasan.
Setelah turun surat 26-Asy-Syu’aro ayat 214 itu hal pertama yang dilakukan Rosululloh SAW adalah mengundang kerabat dari garis keturunan ayahnya, Bani Hasyim, ke rumahnya. Mereka datang bersama beberapa orang dari Bani Al-Mutholib, total 45 orang lelaki, termasuk paman beliau yang jahat Abu Lahab. Dalam pertemuan itu Abu Lahab menyampaikan ancaman akan melakukan penyerangan bersama seluruh suku Quraisy, jika Rosululloh tidak menghentikan da’wahnya. Rosululloh tidak menjawab sepatah kata pun.
Kemudian beliau mengundang mereka untuk yang kedua kalinya. Dalam pertemuan kali ini Beliau menyampaikan misi kenabiannya, perhitungan Allah pada setiap amal manusia, serta balasan surga dan neraka yang kekal.
Paman Nabi, Abu Tholib menyatakan kesediannya dengan senang hati membantu da’wah Nabi, walaupun ia menyatakan tidak dapat meninggalkan agama ayahnya, Abdul Mutholib. Abu Lahab menyahut, “Demi Allah, itu sikap yang sangat buruk, cegahlah Muhammad sebelum orang lain menindak kalian”. Abu Tholib membalas , “Demi Allah, dia akan kami bela selama kami masih hidup”.
“Sejarah Hidup Muhammad SAW”- Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury






Leave a Comment