Telaah Al Quran: An-Naba 78 ayat 14

By faidhan
Facebook Twitter Email

An-Naba 78 ayat 14

“Dan Kami turunkan dari awan, air yang banyak tercurah.”

Di dalam Al-Quran kita dapati banyak ayat bernada sama dengan ayat tadi, membicarakan hujan sebagai fenomena kekuasaan Allah. Bagi orang-orang Arab, khususnya generasi yang hidup pada masa Al-Quran diturunkan, hujan merupakan dambaan yang ditunggu-tunggu dengan penuh harap. Jarang sekali hujan turun di sana, sehingga tanahnya tidak subur, tetapi berupa padang-padang tandus atau pasir yang merata di berbagai tempat. Karena jarang turun hujan, air susah didapat. Untuk mendapatkan air, orang harus berjalan jauh ke oase-oase, sumur yang juga tidak terlalu banyak airnya. Membawa air ke rumah sungguh merupakan perkara yang tidak mudah. Tidak seperti sekarang, di musim haji Kota Makkah mampu menampung tamu dua juta orang sekaligus karena mempunyai persediaan air yang mencukupi. Meraka memperoleh air tawar dengan menyuling air laut melalui proses teknologi tinggi. Bagi penduduk Makkah yang hidup pada masa Rasul, hujan dan curahan air merupakan sesuatu yang istimewa.

Maka, kepada mereka Allah mengingatkan bahwa Dia telah mencurahkan air hujan pada saat-saat tertentu. Curahan air itu merupakan karunia yang besar, yang patut disyukuri. Kalau Allah menghendaki, Dia dapat menahan awan agar tidak menuju tempat tinggal mereka. Allah pasti bisa meniupkan angin untuk menghalau awan ke kawasan lain. Terhalangnya hujan akan membuat mereka menangis mengiba-iba. Hadis riwayat Al-Bukhari menceritakan bahwa ketika orang-orang Quraisy terus-menerus berbuat zalim kepada kaum Muslim, Rasul berdoa agar kepada mereka ditimpakan kemarau panjang seperti yang pernah dialami umat Nabi Yusuf. Ketika keadaan itu terjadi, mereka melepaskan kepongahan lalu minta-minta kepada Rasul untuk berdoa agar Allah berkenan menurunkan hujan. Atas doa Rasul, Allah berkenan menurunkan hujan yang cukup deras sehingga perigi-perigi berisi kembali. Namun, toh mereka tetap tidak mau beriman. Mereka sudah lupa lagi saat ketika datang mengiba kepada Rasul Allah. Kejadian ini diabadikan pada ayat 10 sampai dengan 15 surah 44 (Al-Dukhan).

Telaah Al Quran 100.4 KLCBS, Sakib  Mahmud 

Mutiara Juz’Amma, Mizan

Facebook Twitter Email
Filed in: Telaah Al Quran by Sakib Mahmud • Tuesday, November 15th, 2011
 

Leave a Comment


one + 7 =