Telaah Al Quran: An-Naba 78 ayat 21 dan 22
Balasan bagi Orang yang Durhaka
Demikianlah gambaran tentang kehebohan pada hari kiamat dan proses yang akan berjalan di dalamnya. Akhirnya, setelah melewati prosedur pemeriksaan dan pernimbangan amal, setiap orang menerima vonis yang adil dari Allah Swt. Maka, masuklah sebagian orang ke surga dan masuk pula sebagian besar orang ke neraka. Tentang neraka ini Allah menyampaikan gambaran yang dimulai pada ayat 21 dan 22 sebagai berikut :
“Sesungguhnya Neraka Jahanam itu padanya ada tempat mengintai. Dan menjadi tempat kembali bagi bagi orang-orang yang melampaui batas.”
Ayat 21 ini menggambarkan bahwa Neraka Jahanam memiliki tempat pengintai. Siapa yang mengintai dan siapa yang diintai ? Menurut tafsir Departemen Agama, yang mengintai adalah malaikat penjaga neraka, yakni kelompok malaikat yang disebut Malik. Mereka selalu mengawasi apa saja yang berlangsung di dalam neraka. Apakah panasnya sudah memadai, apakah perlu dinaikkan suhunya dan sebagainya. Seakan-akan malaikat itu tukang api di lokomotif kuno yang mengawasi kalau-kalau batu bara sudah hampir habis dan perlu ditambah lagi. Ayat 22 kemudian menyatakan bahwa Neraka Jahanam itu menjadi tempat tinggal bagi orang-orang yang disebut Thaghin. Perkataan ini datu akar dengan Thaghut, yakni sesuatu barang atau orang yang dipuja-puja dan diagung-agungkan. Thaghin adalah orang yang diagungkan atau mengagungkan diri sendiri, maka dia menjadi sombong dan berbuat sesuka hati. Penguasa negeri yang berbuat semaunya sendiri, tidak mengindahkan kemauan masyarakat atau nasib rakyat, disebut thaghiyah. Maka, kata thaghin pada ayat tadi diterjemahkan sebagai orang yang melampaui batas. Mereka itu melampaui batas-batas kewajaran menurut pandangan masyarakat dan sudah pasti melampaui batas ketentuan Allah. Mereka berbuat demikian karena tidak mampu mengendalikan nafsu.
Perlu kiranya kita ingat kembali bahwa nafsu pada dasarnya bukan sesuatu yang buruk, melainkan justru merupakan kelengkapan hidup yang penting. Dengan adanya nafsu, orang bergairah dalam hidup dan bersemangat mengembangkan kemampuannya untuk mencapai hasil yang maksimal. Hanya nafsu sering kali tidak pernah puas terhadap apa yang telah diperolehnya. Nafsu cenderung melewati takaran. Karena itu, orang menjadi berlebihan, tidak mau membatasi diri dalam mencapai keinginan hatinya bahkan menolak mengikuti aturan Allah. Itulah orang yang oleh ayat 22 disebut thaghin. Mereka akan menjadi penghuni Neraka Jahanam, kancah siksaan yang sekeras-kerasnya.
Telaah Al Quran 100.4 KLCBS, Sakib Machmud
Mutiara Juz’Amma, Mizan






Leave a Comment