Telaah Al Quran: An-Naba 78 ayat 28 dan 29
An-Naba 78 ayat 28 dan 29:
“Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sedusta-dustanya. Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab.”
Terlebih dahulu kita perlu mengemukakan bahwa perkataan “mendustakan ayat” yang merupakan terjemahan harfiah dari “wakadzabubiaayatina” berarti menganggap ayat Allah sebagai dusta, tidak benar. Ayat 28 ini menggarisbawahi apa yang tadi sudah kita kemukakan, yaitu bahwa kaum kafir sama sekali tidak percaya kepada ayat-ayat Allah. Orang-orang kafir Makkah tidak hanya menolak risalah, tetapi juga mengejek dan mencemooh Rasul. Mereka mengakui bahwa Al-Quran adalah sebuah karya sastra yang mengagumkan, berisi syair-syair yang sungguh indah. Namun, mereka tidak mengakui kitab ini sebagai wahyu Allah. Karena itu, mereka tidak mengimani keterangan-keterangan yang terdapat di dalamnya, apalagi tentang masalah gaib seperti kiamat dan kehidupan sesudah mati, surga, neraka, dan sebagainya. Mereka menganggap kerterangan seperti itu hanyalah khayalan Muhammad belaka.
Orang-orang kafir tidak hanya mempunyai anggapan seperti itu, tetapi mereka menyatakannya di depan umum dan di hadapan Rasul. Mereka menolak Al-Quran sambil mencemooh habis-habisan. Ayat 29 menyatakan, mereka tidak tahu karena tidak mau tahu bahwa sikap serta perbuatannya itu dicatat dengan amat rapi oleh dua malaikat, yakni Raqib dan ‘Atid, dua petugas yang diutus Allah untuk mengikuti seseorang ke mana saja dia pergi dan mencatat setiap perbuatannya. Catatan yang berupa buku tebal itu kelak akan digunakan sebagai alat bukti dalam pemeriksaan agung di Padang Mahsyar. Orang yang perbuatannya tercatat di buku tersebut pasti akan tercengang heran karena semua perilaku yang besar maupun yang kecil tertulis tanpa ada yang terlewat. Yang catatannya baik akan tersenyum riang karena yakin bahwa Allah akan menganugerahkan balasan baik kepadanya. Tetapi, yang catatannya buruk hanya tercengang, melainkan juga terbelalak dan pucat pasi karena tahu bahwa Neraka Jahanam sedang menunggunya.






Leave a Comment