(8) Ultimate Role Model; Da’wah Rosululloh SAW terus bergema di seluruh penjuru Makkah
Da’wah yang dibawa Rosululloh SAW terus bergema di seluruh penjuru Makkah sehingga turun ayat 94 surat 15-Al-Hijr, “Dan sampaikanlah secara terang-terangan apa yang diperintahkan kepadamu, dan janganlah kamu pedulikan orang-orang musyrik”.
Rosululloh kemudian bangkit mengecam segala bentuk tahayul syirik dan kebohongan-kebohongannya, menyebutkan hakikat berhala dan nilai hakikinya. Rasulullah SAW memberikan perumpamaan tentang kelemahan berhala-berhala dan menjelaskan dengan berbagai bukti bahwa orang yang menyembah berhala dan menjadikannya perantara antara dirinya dan Allah, berada dalam kesesatan yang nyata. Akibatnya Makkah penuh dengan luapan amarah, keheranan, dan kecaman, mendengarkan da’wah yang terang-terangan menjelaskan kesesatan orang-orang musyrik dan para penyembah berhala.
Menyikapi hal itu orang-orang Quraisy menyiapkan cara menangkal da’wah yang sangat mengguncang dan dikhawatirkan memberangus adat dan tradisi mereka itu. Mereka tahu keimanan yang Rosululloh sampaikan itu menolak ketuhanan selain Allah. Dan beriman kepada risalah dan hari kiamat berarti ketundukan total. Sehingga mereka tidak memiliki pilihan terhadap diri dan harta mereka apalagi terhadap orang lain. Itu berarti mencabut kekuasaan mereka atas orang-orang Arab yang relijius, menahan keinginan mereka di hadapan keinginan Allah dan Rosul-Nya, mencegah berbuat zolim terhadap orang-orang kelas bawah, serta mencegah kejahatan yang mereka lakukan setiap saat.
Orang-orang Quraisy tidak suka dengan ajaran tersebut, tetapi mereka bingung apa yang akan dilakukan terhadap Muhammad, orang jujur dan terpercaya, teladan bagi nilai-nilai kemanusiaan dan akhlaq mulia, dan belum ada bandingannya sepanjang sejarah manusia.
Setelah berpikir keras orang-orang Quraisy tidak juga menemukan jalan keluar kecuali mendatangi paman Rosululloh, Abu Tholib. Mereka akan memohon dengan rapi dan sungguh-sungguh agar Abu Tholib menghentikan da’wah keponakannya itu. Dikisahkan beberapa tokoh terkemuka Quraisy mendatangi Abu Tholib menyampaikan permohonan mereka itu, namun Abu Tholib menolaknya dengan lemah lembut. Dan Rosululloh SAW terus melanjutkan da’wahnya.
“Sejarah Hidup Muhammad SAW”- Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury






Leave a Comment