(41) Ultimate Role Model; Benih-benih perang Badar (pertama)

Facebook Twitter Email

Salah satu dari beberapa ekspedisi yang dilakukan kaum Muslim sebelum perang Badar adalah ekspedisi Dzil Usyairoh.

Dalam ekspedisi yang dipimpin langsung Rasulullah SAW itu kafilah Quraisy yang akan berangkat ke Syam berhasil lolos dari pengejaran Nabi SAW. Kafilah dagang tersebut dipimpin Abu Sufyan yang saat itu belum masuk Islam.

Menjelang kepulangan mereka dari Syam ke Makkah, Rasulullah mengutus Tholhah dan Sa’id mencari informasi. Dari keduanya Rasulullah mendapat kabar bahwa kafilah dagang yang dipimpin Abu Sufyan itu membawa harta yang sangat besar nilainya dengan diangkut seribu unta, bernilai tidak kurang dari 50-ribu dinar emas, sekarang nilainya mencapai ratusan milyar rupiah.

Namun rombongan itu hanya dikawal sekitar 40 orang. Rasulullah lalu memerintahkan kaum muslim berangkat menghadang kafilah dagang itu yang merupakan kesempatan emas bagi pasukan Muslim untuk melakukan pukulan militer dan ekonomi terhadap musyrikin Quraisy.

Rasulullah menyiapkan  dan memimpin langsung pasukan dengan kekuatan lebih dari 300 orang. Karena yang akan dihadapi adalah kafilah dagang dengan pengawalan tidak seberapa, jumlah pasukan muslim tidak besar. Kuda yang dibawa hanya dua ekor dan unta 70 ekor.

Banyak sahabat di Madinah tidak ikut ekspedisi militer tersebut karena keberangkatan Rasulullah tidak jauh beda dengan ekspedisi-ekspedisi sebelumnya. Tanpa diduga pada perkembangan selanjutnya yang dihadapi ekspedisi tersebut adalah perang berskala besar, perang Badar.

Perang besar itu terjadi tidak lepas dari kelihaian tinggi pemimpin kafilah dagang Quraisy, Abu Sufyan, yang berhasil meminta bantuan militer dari Mekah untuk menghadapi pasukan Rasulullah.

“Sejarah Hidup Muhammad SAW”- Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury

Facebook Twitter Email
Filed in: Ultimate Role Model • Sunday, February 5th, 2012
 

Leave a Comment


+ 7 = eight