(42) Ultimate Role Model; Semua kabilah dan para pemimpin Quraisy dimobilisasi menuju perang Badar
Perang besar pertama kaum muslimin, Badar, diawali dengan pencegatan kafilah dagang kaum musyrik Quraisy yang hendak kembali ke Mekah dari berniaga di Syam.
Pemimpin kafilah Abu Sufyan tahu jalan menuju Makkah penuh bahaya sehingga ia mencari informasi dan bertanya kepada setiap orang yang berpapasan. Sampai akhirnya didapat berita Rasulullah telah mengerahkan para sahabat untuk mencegat kafilahnya.
Saat itu juga Abu Sufyan mengutus Dhomroh ke Makkah untuk meminta bantuan. Tiba di Makkah Dhomroh berdiri di atas untanya, melukai hidungnya dan merobek-robek bajunya. Tampaknya hal itu dilakukan untuk menciptakan kesan lebih dramatis kepada warga Makkah. Dhomroh menyeru warga Quraisy-Mekah bahwa Muhammad dan sahabat-sahabatnya menghadang kafilah Quraisy. Warga Makkah terprovokasi seruan dan penampilan Dhomroh yang tampak seperti terluka.
Akhirnya semua kabilah dan para pemimpin Quraisy berhasil dimobilisasi kecuali Abu Lahab yang mewakilkan kepada seseorang yang berhutang kepadanya. Masyarakat Bani Adiy juga tidak ikut pergi. Kekuatan pasukan Makkah awalnya sekitar seribu tiga ratus prajurit tapi setelah Banu Zuhroh mengundurkan diri jumlahnya menjadi seribu orang. Mereka membawa seratus kuda, enam ratus perisai, dan unta yang sangat banyak. Abu Jahal menjadi panglima perang, sementara dana perang ditanggung 9 pemimpin Quraisy. Pasukan Makkah tersebut bergerak menuju Badar, berkumpul di belakang bukit di pinggiran lembah Badar.
“Sejarah Hidup Muhammad SAW”- Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury






Leave a Comment