Berjalan Lambat di Usia Paruh Baya Beresiko Demensia
Kecepatan berjalan kemungkinan memprediksi kecenderungan mengembangkan demensia di usia lanjut. Sementara, kekuatan menggenggam di usia paruh baya terkait dengan kemungkinan terkena stroke. Demikian menurut peneliti Boston Medical Centre Amerika Serikat seperti dikutip dari BBCNews. Dalam uji coba, ilmuwan mendata pemindaian otak, kecepatan berjalan dan kekuatan menggenggam pada lebih dari 2-ribu 4-ratus orang yang rata-rata berusia 62 tahun. Hasil penelitian menunjukkan, kecepatan berjalan yang lebih lambat terkait dengan resiko tinggi demensia, dan menggenggam tangan yang lebih kuat terkait dengan resiko lebih rendah terkena stroke. Peneliti menjelaskan, studi tersebut memunculkan dugaan apakah masalah fisik seperti sulit berjalan dapat mengisyaratkan gejala lain yang terkait dengan demensia. Bagaimanapun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memahami kaitan tersebut.






Leave a Comment