Cahaya dari Lubang Hitam di Bima Sakti
Ahli the University of Leicester menyatakan menemukan apa yang selama ini membuat kebingungan para ilmuwan, mengapa lubang hitam raksasa di pusat galaksi Bima Sakti kita memancarkan cahaya terang dari dalamnya. Menurut peneliti, hal itu karena lubang hitam raksasa yang disebut Sagittarius A menguapkan sangat banyak asteroid. Tetapi, asteroid-asteroid tersebut harus berdiameter lebih dari 19,2 kilometer untuk menciptakan pendaran cahaya yang cukup besar untuk dapat terdeteksi. Temuan tersebut didapat peneliti dari pemindaian satelit Chandra milik Nasa yang mendeteksi pancaran sinar-X, bukan sinar yang kasat mata, dari Sagittarius A. Gaya tarik lubang hitam diketahui sangat besar sehingga tidak sesuatu apapun dapat melarikan diri dari lubang tersebut, termasuk cahaya. Karenanya, ada banyak asteroid-asteroid berukuran lebih kecil yang terhisap ke dalam lubang hitam yang tidak dapat dilihat. Gaya tarik lubang hitam yang sangat besar mengoyak setiap asteroid yang melintasi dalam jarak sekitar 160 juta kilometer dari lubang hitam, kira-kira sama dengan jarak dari Bumi ke Matahari. Potongan-potongan batu asteroid kemudian menguap yang menciptakan cahaya berpendar.






Leave a Comment