Pola Asuh Ibu Mempengaruhi Perkembangan Otak Anak
Anak-anak usia prasekolah yang ibunya melimpahkan rasa cinta dan mengayomi, memiliki hippocampus lebih besar saat anak-anak itu memasuki usia sekolah. Hippocampus adalah bagian otak yang berkaitan dengan pembelajaran, daya ingat, dan respon terhadap stress. Studi dilakukan tim peneliti Washington University School of Medicine di St. Louis dan dipublikasikan dalam the Proceedings of the National Academy of Sciences. Dalam riset, peneliti menempatkan anak usia tiga hingga enam tahun pada situasi yang membikin frustasi. Anak-anak tersebut bersama ibu mereka ditempatkan dalam ruang dimana terdapat paket dengan bungkus warna menyala. Setiap anak diberi tahu, mereka dapat membuka paket tersebut tapi harus menunggu dulu, sementara itu ibu mereka diminta mengisi daftar pertanyaan. Ibu yang menenangkan anaknya dan memberi dukungan agar anak sabar menunggu, dipandang sebagai ibu yang mengayomi. Sementara, ibu yang mengomel dengan kasar dianggap sebaliknya. Saat anak berusia 7 dan 10 tahun, peneliti memindai otak mereka. Hasilnya, anak dengan ibu yang mengayomi memiliki hippocampus 10 persen lebih besar dibanding anak yang ibunya tidak mengayomi. Menurut peneliti, studi tersebut memberikan bukti sangat kuat tentang pentingnya pengasuhan dini yang penuh perlindungan pada anak bagi perkembangan otak mereka secara sehat. Ditambahkan, riset jangka panjang juga membuktikan pentingnya pengasuhan yang mengayomi pada anak, baik oleh ibu, ayah, kakek-nenek, bahkan orang tua asuh, terhadap perkembangan emosi dan prilaku anak.






Leave a Comment