Pola Asuh Ibu Mempengaruhi Perkembangan Otak Anak

By prias
Facebook Twitter Email

Anak-anak usia prasekolah yang ibunya  melimpahkan rasa cinta dan  mengayomi, memiliki hippocampus  lebih besar saat anak-anak itu memasuki usia sekolah.    Hippocampus adalah bagian otak yang berkaitan dengan pembelajaran,  daya ingat, dan respon terhadap stress.  Studi dilakukan tim  peneliti  Washington University School of Medicine di St. Louis dan dipublikasikan dalam the Proceedings of the National Academy of Sciences.   Dalam riset,  peneliti menempatkan anak usia tiga hingga enam tahun pada situasi yang membikin frustasi. Anak-anak  tersebut bersama ibu mereka  ditempatkan dalam ruang dimana terdapat paket dengan bungkus warna menyala.  Setiap anak diberi tahu, mereka dapat membuka paket tersebut  tapi harus menunggu dulu, sementara itu ibu  mereka diminta mengisi  daftar pertanyaan.  Ibu yang  menenangkan anaknya dan  memberi dukungan agar anak sabar menunggu, dipandang sebagai ibu yang mengayomi. Sementara, ibu yang mengomel dengan kasar dianggap sebaliknya. Saat anak berusia 7 dan 10 tahun,  peneliti  memindai otak mereka. Hasilnya, anak dengan ibu yang mengayomi memiliki  hippocampus 10 persen lebih besar dibanding anak yang ibunya tidak mengayomi.  Menurut peneliti, studi tersebut memberikan bukti sangat kuat tentang pentingnya pengasuhan dini yang penuh perlindungan pada anak  bagi perkembangan otak mereka secara sehat.  Ditambahkan, riset  jangka panjang juga  membuktikan pentingnya pengasuhan yang mengayomi pada  anak, baik oleh ibu, ayah,  kakek-nenek, bahkan orang tua asuh,  terhadap  perkembangan emosi dan prilaku anak.

 

Facebook Twitter Email
Filed in: Latest Medical Research • Monday, February 6th, 2012
 

Leave a Comment


9 − two =